Apa Benar Ronaldo Seharusnya Layak Mendapat Kartu Merah, Bukan Kartu Kuning ?

Penampilan kapten timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, menjadi sorotan dalam laga kontra Iran. Meski berhasil menahan imbang Iran dan lolos ke babak 16 besar, namun kegagalan Ronaldo dan aksi main sikutnya, membuat skuat Portugal cemas.

Sumber : Pihak ketiga

Pasalnya, Ronaldo memang sangat diandalkan untuk terus memimpin armada Fernando Santos melaju ke fase tertinggi Piala Dunia. Jika Ronaldo mulai bermasalah dengan ketajamannya, bukan tidak mungkin Portugal akan berkemas lebih cepat.

Namun, hal yang paling dikhawatirkan publik Portugal, jika sang kapten harus absen bermain akibat cedera atau sanksi larang bertanding. Hal itu hampir saja terjadi, setelah CR7 tertangkap kamera menyikut pemain Iran.

Dalam tayangan ulang di akun youtube.com/AshStudio7 (26/06/2018), Ronaldo memang tampak menyikut pemain Iran bernomor punggung 8, Pouraliganji. Untuk memastikan pelanggaran yang dilakukan Ronaldo, wasit pun memanfaatkan teknologi VAR.

Hasilnya, wasit menyatakan aksi Ronaldo tersebut merupakan sebuah pelanggaran. Namun, Ronaldo hanya diberikan kartu kuning, bukan kartu merah. Hal itulah yang membuat kubu Iran meradang.

Namun jika dilihat melalui tayangan ulang, pelanggaran tersebut memang berlangsung sangat cepat. Ronaldo yang berada di belakang Pouraliganji, bermaksud ingin melepaskan diri dari hadangan pemain Iran tersebut. Pouraliganji sendiri terlihat memiringkan badannya agar laju Ronaldo terhalang.

Ronaldo yang bermaksud menghindari hadangan Pouraliganji, mengangkat tangannya untuk menghindari benturan dengan tubuh Pouraliganji. Sayang, sikut Ronaldo mengenai wajah Pouraliganji.

Keputusan wasit yang hanya memberikan kartu kuning, terbilang tepat. Karena sikutan Ronaldo itu dilakukan secara tidak sengaja. Tangan Ronaldo terlihat memang tidak ditujukan untuk menyikut wajah Pouraliganji, melainkan untuk menghindari benturan dengan pemain belakang Iran tersebut, yang sengaja menghalau laju lari Ronaldo.