Kroasia mampu membungkam para pengamat sepak bola yang menyebutnya tak akan lolos ke babak 16 lantaran satu grup dengan Argentina. Nyatanya, mereka tampil hebat di dua laga Piala Dunia.
Di laga perdana, Kroasia menekuk Nigeria 2-0 dan laga kedua membantai Argentina 3-0. Kroasia pun memastikan diri lolos ke babak 16 besar.
Sumber : Pihak ketiga
Penampilan impresif Kroasia tak lepas dari sosok jendral lapangan tengah mereka, Luca Modric. Total, ia menyumbang dua gol dan dinobatkan sebagai Man of The Match di dua laga secara beruntun.
Pertanyaannya, siapa sih Luca Modric? Berikut ulasannya yang dikutip dari berbagai sumber:
1. Modric lahir di daerah yang rawan konflik di pengungsian
Lahir pada 9 September 1985, Modric berasal dari daerah pegunungan Velebit, Modrici, Yugoslavia. Saat itu, daerah tersebut rawan perang.
Sumber : Pihak ketiga
Kemudian, Modric dan keluarga menjadi pengungsi di tengah marahabaya perang. Di daerah pengungsian, Modric tumbuh dewasa dengan keseharian yang dihabiskan dengan bermain bola, seakan tak pernah lelah.
Modric kecil akhirnya dibiayai sang paman yang baik hati dengan menawarinya masuk akademi sepak bola NZ Zadar.
2. Sempat putus asa memiliki postur tubuh yang kecil
Di umur 12 tahun, Modric mendapat tawaran dari Hajduk Split, klub yang diidamkan Modric sejak kecil. Sayang, posturnya yang hanya 172 cm gagal bersaing dengan pemain lainnya.
Kepala akademi NZ Zadar, Tomislav Basic, mengingatkan Modric bahwa sebenarnya ia memiliki bakat yang luar biasa di sepak bola. Basic pun akhirnya berhasil membujuk Dynamo Zagreb untuk merekrut Luca Modric.
Kehidupan Modric mulai berubah dan mampu memenuhi kebutuhan finansial keluarga dan pribadi. Hingga akhirnya dia dan keluarga pindah dari tempat pengungsian ke rumah barunya.
3. Bersinar di Tottenham Hotspur hingga diboyong Real Madrid
Tottenham Hotspur mencium talenta apik Luca Modric dan memboyongnya pada 2008 dengan mahar 16,5 juta pounds. Performanya bersama Spurs terus berkembang dan menjadikannya jendral lapangan tengah terbaik di Premier League di masanya. Total, Modric menyumbang 13 gol dari 127 penampilan bersama Spurs.
Real Madrid pun akhirnya kepincut dengan merekrut Modric pada tahun 2012 dengan mahar sebesar 30 juta euro. Perlahan, Modric menjadi sosok penting di lini tengah Los Blancos. Total, ia turut membawa Madrid menjuarai La Liga, Copa Del Rey, Supercopa Espana, Champions League sebanyak empat kali, UEFA Super Cup tiga kali, dan tiga kali meraih gelar FIFA Club World Cup.
Bukan hanya bagi klub, Modric juga meraih berbagai gelar individu seperti enam kali menjadi pemain terbaik Kroasia, hingga masuk nominasi peraih Balon d'Or. Hingga kini, Modric sudah bermain sebanyak 166 penampilan dengan menyumbang 9 gol untuk Real Madrid.
4. Langganan bagi timnas Kroasia
Sejatinya, Modric adalah gelandang tengah yang kreatif. Meski bertubuh kecil, ia mampu menjelajah seluruh lapangan tengah dengan baik disertai umpan-umpan yang akurat.
Selain itu, Modric selalu jadi andalan bagi Timnas Kroasia. Sejauh ini, ia sudah menyumbang 14 gol dari 108 penampilannya. Hebatnya, Modric tak pernah absen dipanggil untuk memperkuat timnas Kroasia, baik di Piala Dunia, Piala Eropa maupun ajang besar lainnya.
Total, Modric sudah mengikuti 6 turnamen mulai dari Piala Dunia 2006, 2014, 2018 hingga Piala Eropa di tahun 2008, 2012 dan 2016. Sejatinya, Kroasia bukanlah tim yang layak dipandang sebelah mata. Mereka pernah menjadi juara ketiga pada Piala Dunia 1998 di Prancis.
Nah, akankah Luca Modric mampu mengembalikan kejayaan Kroasia seperti 20 tahun silam ?
Sumber : http://tz.ucweb.com/6_3EORI

