Sudah Saatnya Argentina Move On dan Jangan Sertakan Pembawa Sial ini

Piala Dunia 2018 nanti sudah saatnya Argentina mencoba move on dari keterpurukan pasca kegagalan di tahun-tahun sebelumnya, mungkin tahun 2014 hingga 2016 adalah fase terburuk pasukan Albicaleste dalam merengkuh gelar juara.

Sumber : Pihak ketiga

Pasalnya mereka melewatkan tiga final sekaligus saat itu di mana pencapaiannya hanya terhenti sebagai runner up. Tentu ini bukan pencapaian terbaik pasalnya Argentina sendiri tengah mengusung misi untuk meraih hasil maksimal dalam kompetisi Piala Dunia dan gelar kompetisi Major lainnya.

Terutama hal tersebut berdampak pada Lionel Messi yang paling merasakan betapa susahnya memberikan gelar bagi Argentina. Messi selalu dipandang gagal karena sejatinya Messi merupakan salah satu pemain yang paling mendapat sorotan apalagi dengan karier yang lebih mentereng di Barcelona menjadi beban tersendiri bagi Messi saat ini.

Tahun ini mungkin Argentina mendapatkan banyak kritikan dari beragam lapisan elemen masyarakat yang menilai jika Argentina telah melakukan blunder terkait pemilihan pemain yang mereka lakukan. Argentina melakukan blunder ketika lebih memilih Higuain ketimbang dengan Icardi ketika itu.

 
Sumber : Pihak ketiga

Higuain dinilai tidak bisa berkontribusi banyak dalam pencapaian Argentina malah di di cap tukang pembawa sial ketika dalam tiga final berbeda di kerap melakukan blunder peluang yang seharusnya menjadi gol dilansir dari Sport (10/6/2018).

Dari sinilah Sampaoli mulai banjir kritikan terkait pemilihan pemain tersebut, tetapi apa mau dikata, saat ini Sampaoli sudah menunjuk Higuain masuk dalam skuat Argentina. Namun jika kita menakar pada susunan komposisi pemain yang ada Argentina masih bisa mengkombinasikan beberapa pemain lainnya untuk membentuk sebuah peta kekuatan.

Seperti dengan memaksimalkan peran Dybala sebagai ujung tombak menggantikan peran Higuain, dan mendorong peran Di maria dan Messi sebagai sayap serang yang seperti biasa bertugas mengobrak abrik barisan pertahanan lawan.

Dengan begitu mereka akan lebih terfokus untuk melakukan serangan karena untuk urusan pertahanan ada dua pemain yang berfungsi sebagai doubble pivot berpengalaman yaitu pada peran Mascherano dan Baradice.

Pemilihan Tagliafeco, Rojo, Otamendi dan Mercado sebagai barisan pemain belakang cukup tepat karena peran Rojo dan Otamendi pastinya bisa cukup diandalkan sebagai palang pintu tengah. Tentu ini akan sedikit mmebuat tenang barisan tengah dan depan untuk lebih terfokus ke penyerangan.