Dilansir dari sport.detik.com (4/7/2018). Masih ada keheranan yang tersisa dari tersingkirnya Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2018. Jorge Sampaoli dinilai tidak mampu memaksimalkan skuatnya.
Sumber : Pihak ketiga
Argentina tersingkir di 16 besar Piala Dunia 2018 usai kalah 3-4 dari timnas Prancis. La Albiceleste sebenarnya sempat unggul 2-1 setelah timnya kebobolan lebih dulu. Tapi kemudian tertinggal lagi 2-4 sebelum kemudian mendapat gol yang terlambat datang dari Sergio Kun Aguero di masa injury time.
Salah satu hal yang dikritik dari Argentina di laga itu ialah keputusan bermain dengan false nine. Lionel Messi didapuk menjalankan peran itu, didukung Angel Di Maria dan Cristian Pavon pada kedua sisi.
Padahal Argentina punya penyerang nomor 9 tulen dan sangat mumpuni dalam diri Sergio Aguero dan Gonzalo Higuain. Keduanya punya insting gol yang tidak perlu diragukan lagi. Total gol dalam karier kedua pemain ini di level klub mencapai 605 gol, dengan 323 gol dari Aguero dan juga 282 gol dari Higuain.
Inilah yang dipertanyakan ayah Gonzalo Higuain.
"Saya benar-benar tidak bisa memikirkan penjelasan valid yang kuat. Saya tak tahu kenapa Argentina bermain dengan false 9 melawan timnas Prancis," kata Higuain Sr.
"Dia (Sampaoli) memang punya alasannya sendiri, tapi terkadang sulit untuk dapat memahaminya. Anda punya dua pemain (Higuain dan Aguero) yang punya total 600 gol dalam kariernya dan tidak memainkan keduany. Kalau Anda tidak suka salah satunya, ya mainkan yang satunya lagi," tandasnya kepada Canal America dilansir Football Italia.
Higuain bersama Aguero hanya bermain di sedikit kesempatan pada Piala Dunia 2018 ini. Yakni di 6 menit terakhir laga dengan Islandia dan 10 menit terakhir laga lawan timnas Nigeria.
Sumber : http://tz.ucweb.com/7_2yGz0
