Keputusan pelatih Lechia Gdansk, Piotr Stokowiec untuk tidak memasukkan talenta muda Indonesia, Egy Maulana Vikri ke dalam skuat tim utama menarik perhatian salah seorang pelatih klub di Belanda.
Jhonny van Beukering, bekas penyerang Timnas Indonesia yang kini meneruskan karier sepakbolanya sebagai pelatih di negeri Belanda melayangan kritik terbuka untuk keputusan Stokowiec melalui akun media sosial Instagramnya.
Sumber : Pihak ketiga
Beukering secara tegas menyebutkan jika keputusan yang diambil Stokowiec untuk Egy merupakan sebuah kesalahan besar.
"Ya, Egy butuh proses, tapi jika sampai memasukkannya ke tim B, Anda mestinya tak perlu menyodorkan kontrak profesional. Ini adalah sebuah kesalahan besar, Anda sudah membuat banyak orang cemas, karena harapan dari Indonesia kepada Egy teramat besar, dan Anda mungkin tak akan mewujudkannya," tulis Beukering.
Sebelumnya, seperti dilaporkan Dziennikbaltycki.pl (28/07/18), Stokowiec mantap memutuskan untuk memasukkan Egy dalam daftar skuat tim B Lechia Gdansk dengan alasan Egy membutuhkan proses adaptasi lebih untuk bisa masuk dalam tim utama.
"Kami akan memainkannya di tim kedua. Kami memahami kondisinya, dia butuh pemulihan dan proses latihan yang lebih banyak. Sebagai pemain muda ia harus bisa menemukan tempat di lingkungan barunya," terang Stokowiec.
Sumber : Pihak ketiga
"Secara pengalaman dia belum matang, kami akan menempanya di tim kedua. Berapa lama waktunya kami belum bisa tentukan. Ia akan cepat berkembang jika mampu beradaptasi dengan budaya, adat, iklim, dan makanan setempat. Kami akan terus menggali dan mengembangkan potensinya," pungkasnya.
Sumber : http://tz.ucweb.com/7_3CRQt

