Bukan Hanya Hasil Fitness, Begini Kerasnya Latihan Ronaldo Dulu

Banyak orang yang menyangka bahwa kehebatan Cristiano Ronaldo diperoleh karena fitnes semata. Padahal sebelum melakukan fitnes rutin, 'perlakuan khusus' atau bisa dibilang anarki, selalu diterima Ronaldo baik di pertandingan resmi dan juga latihan loh.

Sumber : Pihak ketiga

Seperti dilansir dari detik.com (26/5/2018), hal ini terjadi saat Ronaldo masih berseragam Manchester United, yang kala itu baru direkrut dari Sporting Lisbon. Tony Coton, salah satu staf pelatih MU dibawah Sir Alex Ferguson, sepakat bahwa mereka melihat kelemahan besar dalam tubuh Ronaldo. Ronaldo dinilai sangat 'lembek' sehingga dirinya mudah jatuh.

Tony coton menambahkan, "Tapi hebatnya, Ronaldo juga mampu melihat kelemahannya sendiri. Satu kelemahan besarnya ialah kebiasaannya jatuh seperti boneka rusak setiap mendapat tekel. Sir Alex pun akhirnya mempunyai misi untuk menempanya menjadi lebih tangguh. Para staf dan pelatih diminta tutup mata jika mereka melihat Ronaldo dilanggar dalam pertandingan latihan dan mini game".

Benar saja, sejak saat itu latihan buat Ronaldo tidaklah main-main. Para pemain senior MU, seperti Roy Keane dan Rio Ferdinand, tidak pernah menahan diri. Saat Ronaldo jadi bulan-bulanan ketika latihan, mereka bukannya simpati tetapi malah 'memaki' Ronaldo dengan kata lembek.

"Latihan itu berlangsung intens sekali. Ronaldo yang malang dan tidak tau apa-apa dengan rekan-rekan setimnya, memberinya perlakuan yang tidak bisa disebut sebagai bahan gurauan meski sebelumnya selalu bergurau bersama", lanjut Tony Coton.

Begitulah latihan keras yang dialami Cristiano Ronaldo dulu. Namun semuanya seakan dibayar tuntas dengan prestasi yang diperoleh Ronaldo sekarang, baik di dalam dan di luar lapangan. Ya, boneka rusak dan kerempeng itu kini menjadi model produk-produk olahraga ternama dengan tubuh yang kekar dan atletisnya.