Siapa yang menyaksikan final Piala Dunia 2018 Rusia antara Prancis melawan Kroasia? Pertandingan keren yang berakhir 4-2 untuk kemenangan Prancis.
Kroasia memang kalah. Tapi, para penikmat sepak bola angkat topi dengan aksi brilian kapten Kroasia, Luka Modric. Dia menjadi pengatur serangan Kroasia.
Sumber : Pihak ketiga
Di balik kehebatannya, siapa mengira kalau masa kecil Modric begitu menderita dan menyedihkan. Dia harus menyaksikan sederetan tragedi.
Kakeknya ditembak mati oleh tentara Serbia yang menyerbu Kroasia. Dia memang tinggal bersama kakek karena ayah dan ibunya harus bekerja mencari nafkah.
Lantas rumahnya dibakar oleh tentara Serbia. Setelah itu, Modric dan kakak perempuannya, Jasmina Modric harus menjadi pengungsi.
Keluarga Modric harus mengungsi ke Zadar. Suara granat dan peluru menjadi santapan sehari-hari. Belum lagi ranjau yang dipasang di mana-mana.
Sumber : Pihak ketiga
Saat mengungsi, keluarga Modric harus tinggal di tempat pengungsian yang tidak memiliki listrik dan juga kekurangan air. Meski begitu, Luka Modric tetap memiliki mimpi besar menjadi pemain sepak bola.
Dia mulai bermain di klub lokal Dinamo Zagreb. Lantas dia bergabung dengan tim Inggris, Tottenham Hotspur. Sejak 2012, Modric bermain untuk tim raksasa Spanyol, Real Madrid. Dia berhasil meraih sederetan gelar bergengsi bersama Real Madrid.
Modric dan istrinya memiliki tiga orang anak, satu putra dan dua putri. Mereka betah tinggal di ibu kota Spanyol, Madrid.
Wah, nggak kebayang ya kalau saat kecil harus melihat rumah dibakar karena perang. Truz juga harus mengungsi dan tinggal di tempat tanpa listrik dan air.
Sumber : http://tz.ucweb.com/7_3FrYy

