Ada satu momen yang menjadi sorotan publik dalam pertandingan PSMS Medan vs Bali United, Sabtu (28/7) malam. Dalam laga awal putaran kedua Liga 1 2018 yang berakhir dengan kekalahan tuan rumah (1-2) ini patut dipertanyakan pengetahuan wasit dan pemain terkait aturan eksekusi penalti yang dilakukan pemain asing PSMS Medan.
Sumber : Pihak ketiga
Ketika Bali United sudah unggul dua gol yang tercipta pada babak kedua oleh Ilija Spasojevic menit ke-56 dan Dias Angga menit ke-59, lima menit kemudian tuan rumah PSMS mampu memperkecil skor dimenit 64 melalui penalti. Disinilah pengetahuan wasit dan pemain nampaknya tidak paham aturan eksekusi penalti!
Dalam tayangan terlihat jelas Renaldo Lobo yang mengeksekusi penalti melakukan ancang-ancang menipu saat mlakukannya. Dia berlari pura-pura akan menembak langsung, namun kemudian berhenti sejenak sebelum menendang bolanya. Trik tipuan ini disebut juga dengan istilah “Paradinha”.
Sedangkan trik ‘Paradinha’ tersebut sudah dilarang FIFA sejak Piala Dunia 2010, karena dianggap tidak sportif. Sebelum aturan melarangnya, trik ini sering dilakukan oleh Cristiano Ronaldo, Neymar bahkan Lionel Messi. Tapi sial bagi Lionel Messi, ia diganjar kartu kuning saat melakukan paradinha pada pertandingan Barca vs Milan di Liga Champions tahun 2012/2013.
Begitupun yang dilakukan Lobo, seharusnya wasit tidak membiarkan cara Paradinha tersebut dilegalkan. Meski pun gerakan licik Lobo bisa dikatakan gagal karena nampak kiper Wawan Hendrawan sendiri tidak bergerak atau tidak tertipu sebelum bola benar-benar ditendangmenjadi gol.
Sumber : http://tz.ucweb.com/7_3FrW4
