Pantas Saja Kroasia Bisa Sampai Babak Final, Ada Dia Yang Tahu Seluk Beluk Sepakbola Kok !

Timnas Kroasia berhasil menapaki sejarah baru dalam perjalanan sejarah persepakbolaan mereka di ajang Piala Dunia kali ini. Setelah mampu membuat kejutan pada tahun 1998 lalu dengan finish sebagai semifinalis (bahkan mampu menjadi tim terbaik ketiga selepas mengandaskan Belanda), kini mereka memperbarui rekor tersebut dengan menapaki fase puncak ajang sepakbola prestisius di dunia tersebut.

Mengalahkan tim kuat dan favorit juara, Inggris, di babak semifinal lalu, kini mereka akan menghadapi Perancis di babak final Piala Dunia Russia 2018 ini (fifa.com 12/07/2018)

                                                               Sumber : Pihak Ketiga

Berselang 20 tahun semenjak mereka menorehkan Kejutan di Piala Dunia 1998, ternyata ada sosok penting dalam proses pembaruan rekor ini. Dan uniknya, sosok itu adalah orang yang sama, dibalik kesuksesan Kroasia di Perancis dua puluh tahun lalu.

Dia adalah, Davor Suker ! Iya, pemain andalan lini depan Kroasia di Piala Dunia 1998 lalu tersebut, kini kembali berkecimpung di dunia sepakbola Kroasia, bukan sebagai pelatih, apalagi pemain, namun sebagai Presiden Federasi Sepakbola Kroasia (HNS-CFF). Berdasarkan sumber resmi dari laman mereka (hns-cff.hr diakses 13/07/2018), mantan topskor edisi 1998 menjadi orang nomor satu di federasi sepakbola mereka.

                                                                     Sumber : Pihak Ketiga

Semenjak dilantik menjadi ketua umum pada tahun 2012 lalu (periode pertama), Suker langsung membuat pembenahan berbagai sektor persepakbolaan negeri itu. Wasit, grassroot pemain, dan juga kemudahan para pemain Kroasia untuk bermain di liga negara-negara Eropa, menjadi titik pangkal dalam program kerja yang dia jalankan. Dan hasilnya pun terlihat jelas.

Selama gelaran Piala Dunia 2002-2014 lalu, Kroasia bahkan prestasinya tak pernah lebih dari babak pertama (bahkan pada tahun 2010 mereka tidak lolos ke putaran final), dalam tempo enam tahun saja prestasi mereka kembali melesat dan menghasilkan rekor baru.

Tentu saja hal ini tak begitu mengherankan. Mengingat pimpinan federasi mereka saja adalah orang yang mengerti bola, paham tentang seluk beluk sepakbola, dan pernah pula merasakan pahit manisnya menjadi pemain sepakbola yang berjuang di lapangan.

Jadi, program yang dia rencanakan pun benar-benar menyentuh sisi-sisi lain dari sepakbola yang mungkin saja tak tersentuh jika ketua umumnya bukan dari kalangan pesepakbola. Lalu, jangan bandingkan dengan yang ada di negeri ini. Begitu banyak talenta bertaburan di negeri ini, namun jika mereka yang “diatas” tidak mengerti penuh tentang sepakbola, pasti prestasinya akan begitu-begitu saja.