Brazil ditangan Tite sedang melakukan sebuah regenerasi setelah hanya masuk perempat final Piala Dunia 2018. Beberapa nama baru yang masuk dan dipercaya dimainkan sebagai pemain inti adalah Richarlison, Arthur, Alex Sandro hingga Fabinho serta beberapa bintang muda macam Eder Militao, dan Lucas Paqueta. Namun dari kesemuanya, satu nama yang paling meyakinkan adalah striker Everton, Richarlison.
Sumber : Pihak ketiga
Dalam debutnya, Richarlison memang tidak mencetak gol karena dirinya hanyalah masuk sebagai pemain pengganti Roberto Firmino dan bermain 15 menit saja melawan Amerika Serikat. Laga sesungguhnya adalah ketika Tite memilihnya menjadi striker utama Brasil kala melakoni laga melawan El Salvador yang berkesudahan 5-0, dimana dirinya berhasil mencetak 2 gol di pertandingan tersebut. Berikut cuplikan 2 golnya kala melawan El Salvador.
— Seleção Brasileira (@BrazilStat) September 12, 2018
Cristiano Richarlison 🔥 pic.twitter.com/xiED4yPkcy— Seleção Brasileira (@BrazilStat) September 12, 2018
Richarlison memang tidak dibawa ke Rusia karena dianggap minim pengalaman dibanding Gabriel Jesus dan Roberto Firmino kala itu. Namun pengalaman 1 tahun bermain bersama Watford musim lalu setelah dibeli dari Fluminense mampu membuat Everton tertarik memboyongnya musim ini. Perkembangannya pun pesat kala dilatih oleh Mauro Silva di Watford dan Everton.
RICHARLISON:— Seleção Brasileira (@BrazilStat) September 4, 2018
"I don't only want to wear the Brazil shirt, I want to win my spot as a permanent starter." pic.twitter.com/BgTwwci1HL
Dengan usia masih 21 tahun dan pengalaman bermain di Brasil dan Inggris, Richarlison belajar bagaimana bermain dari sisi sayap sebagai winger maupun sebagai striker target man. Musim lalu bersama Watford dia memang hanya mencetak 5 gol dan 5 assist dari 38 kali bermain di Premier League atau tidak pernah absen satu pertandingan pun. Musim ini dari 3 pertandingan dirinya sudah mengoleksi 3 gol bagi Everton.
Di timnas dari 2 caps dia pun mengumpulkan 2 gol bersama Brasil. Adanya Richarlison membuat Tite nampaknya sudah menemukan 3 striker utama yang siap dia gunakan sesuai kebutuhan diluar Neymar yang memang dibiarkan bermain lebih melebar untuk membuka serangan dari sisi kiri.
Nomor punggung 9 yang biasa dipakai oleh striker utama timnas Brasil pun telah dipakainya. Dia sendiri dalam jumpa pers dengan wartawan mengatakan hal positif terkait keberadaannnya di timnas Brasil yang bukan hanya dalam partai persahabatan ini saja melainkan untuk jangka panjang.
Kehadiran saya di timnas Brasil bukan hanya mengenakan seragam timnas saja, tapi saya ingin memenangkan 1 tempat sebagai starter permanen di sini. Kami ingin menjuarai Copa America 2019" tegas Richarlison via Selecai Brasileira.
Bagi Brasil yang memang menargetkan menjadi juara Copa America 2019 saat menjadi tuan rumah nanti, regenerasi Brasil saat ini adalah satu permulaan dari lembaran baru mereka menatap trofi-trofi juara yang terakhir mereka peroleh pada 2007 sebagai juara Copa America. Selebihnya target sesungguhnya adalah menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.
Sumber : http://tz.ucweb.com/9_3cjsd
