Keputusan Mesut Oeziel untuk mundur dari timnas Jerman menarik perhatian banyak orang didunia, Oezil mundur karena ia sudah tidak tahan dengan pernyataan-pernyataan bernada rasialis dari publik Jerman termasuk pejabat federasi sepak bola negara itu yang menyerangnya belakangan ini.
Sumber : Pihak Ketiga
Pemain berdarah Turki tersebut pun merasa semakin mendapat cemoohan bernada rasialis setelah timnas Jerman gagal lolos di fase grup Piala Dunia 2018.
Salah satu yang menyebut demikian adalah Dietrich Grindel, Presiden PSSI-nya Jerman (DFB) yang juga seorang politisi Persatuan Demokrat Kristen Jerman (CDU). Ia bilang, “Tentu DFB menghargai situasi istimewa para pemain dengan latar belakang migran. Tapi, sepakbola dan DFB menganut nilai-nilai yang tidak dihormati Erdogan. Tidak baik para pemain kami membiarkan diri mereka dimanfaatkan untuk tujuan kampanyenya (Erdogan memang tengah melakukan kampanye untuk pemilu 24 Juni 2018).”
Situasi ini kemudian makin memanas seiring dengan ambruknya performa Jerman di Piala Dunia 2018. Dalam tiga laga di babak grup, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan sehingga tentu saja gagal lolos ke babak perdelapan final. Parahnya lagi, mereka berada di urutan terbawah, di bawah Swedia, Meksiko, dan Korea Selatan.
Sementara itu, FIFA selaku badan sepak bola dunia juga berkomentar dengan keputusan mundur Oeziel ini. Lewat media sosialnya, FIFA memberikan tanggapannya. Bahkan sejumlah netizen menilah komentar FIFA tidak sensitif.
"Selamat telah menjadi bagian dari sejarah Piala Dunia dan mengenakan seragam itu [timnas Jerman], Mesut [Oezil]," kata FIFA. Tweet FIFA itu lantas mengundang sekitar ratusan ribu komentar dari pengguna Twitter.
Sumber : http://tz.ucweb.com/9_3g6LO
