Kelakuan Aremania Yang Begini, 'Nodai' Laga Amal dan Deklarasi Damai Di Kanjuruhan

Laga amal Arema kontra Madura United dan ikrar damai 18 manajer Liga 1 di Malang harus ternoda oleh ulah sekelompok oknum suporter tuan rumah.

Sumber : Pihak ketiga

Aremania dalam laga pada Sabtu (29/09) di Stadion Kanjuruhan tersebut sempat menyanyikan lagu rasis dan ujaran kebencian

Lagu – laga berlirik rasis dan ujaran kebencian tersebut muncul di awal – awal babak pertama. Lagu yang ditujukan untuk tim rival tersebut tentu bukan hal yang pantas.

Jika melihat situasi dan kondisi saat ini, dimana sepak bola nasional tengah berduka, setelah tewasnya Haringga Sirila suporter Persija yang dikeroyok oknum pendukung Persib Bandung.

Namun nyanyian alias chant rasis tersebut tak berlangsung lama. Di babak kedua, suara – suara sumbang tersebut sudah tidak lagi terdengar.

Hanya saja, apa yang dilakukan oleh oknum – oknum Aremania ini ternyata juga mengundang komentar dari warganet, khususnya yang berasal dari Malang sendiri.

Baik di Facebook maupun Instagram, banyak diantara mereka yang merasa malu dan menyayangkan cara Aremania tersebut berekspresi di tribun Stadion Kanjuruhan.

Apalagi, saat ini banyak diantara stake holder sepak bola nasional yang tengah mengupayakan perdamaian diantara beberapa kelompok suporter yang sering terlibat rivalitas, yang tidak jarang berakhir dengan jatuhnya korban.

Bahkan demi tercapainya perdamaian tersebut, seperti dilansir dari tribunnews.com (29/09/2018), 18 manajer klub Liga 1, mendeklarasikan rivalitas tanpa kekerasan di Malang pada hari Sabtu. Mereka berharap Alm Arlingga Sirila jadi korban terakhir rivalitas sepakbola di Indonesia.