Ternyata Indonesia Pernah Lolos Ke Piala Dunia dan Melawan Maradona, Bagaimana Ceritanya ?

Timnas Indonesia U-19 pada Oktober mendatang akan menghadapi Piala Asia U-19 di mana Indonesia bertindak sebagai tuan rumah. Ada target besar yang harus dicapai oleh pasukan yang ditangani Indra Sjafri adalah semifinal sebagai syarat minimal agar lolos ke Piala Dunia U-20 pada 2019. Target tersebut memang cukup sulit mengingat dalam sejarahnya, Indonesia baru pernah sekali lolos ke Piala Dunia junior tersebut, yaitu pada 1979 saat Piala Dunia U-20 digelar di Jepang.

Sumber : Pihak ketiga

Ya, memang Indonesia pernah lolos ke Piala DUnia U-20 pada 1979 dan satu grup dengan Argentina. Bagaimana itu bisa terjadi?

Lolos Karena Alasan Politis

Pada Piala Asia Junior 1978, Indonesia hanya mencapai babak perempat final dan sebenarnya gagal lolos ke Piala Dunia. Saat itu jatah untuk wakil Asia ada tiga, Jepang sudah pasti lolos sebagai tuan rumah. Sementara di Piala Asia Junior, Korea Selatan menjadi juara dan Irak menjadi runner up. Korsel lolos, namun Irak menyatakan mengundurkan diri. Jatah diberikan pada Korea Utara namun Korut juga menolak. Banyak yang menolak tiket tersebut hingga akhirnya diberikan ke Indonesia.

Satu Grup Di Grup Neraka

Indonesia tergabung di Grup B yang merupakan grup neraka bersama Argentina, Polandia, dan Yugoslavia. Saat itu Yugoslavia adalah kekuatan yang menakutkan di Eropa dan Argentina yang baru saja mempunyai Diego Maradona. Hal ini membuat pengalaman tak terlupakan bagi Timnas Indoenesia saat itu.

Dihancurkan Maradona CS

Saat bertemu dengan Argentina, Timnas yang saat itu dilatih Sutjipto Suntoro itu langsung dicukur 5 gol tanpa balas. Dua gol di antaranya dicetak oleh Diego Maradona yang masih muda, Saat itu Maradona belum bermain di klub Boca Juniors dan belum bermain di klub besar Barcelona.

Tanpa Meraih Satu Pun Kemenangan

Setelah dihancurkan Argentina 5-0, Di laga kedua Indonesia melawan Polandia dan dihajar 6 gol tanpa balas. Di laga terakhir, Timnas kembali jadi bahan bulan-bulanan Yugoslavia dengan 5-0. Dengan kata lain Indonesia kebobolan 16 gol dan tanpa mencetak satu gol pun. Bukti bahwa memang saat itu Indonesia belum layak lolos. Dalam turnamen tersebut Argentina menjadi juara setelah mengalahkan Uni Soviet di final.