Ketegangan antara pihak Persib Bandung dengan federasi sepakbola Indonesia atau PSSI kian hari kian meruncing. Setelah Komdis PSSI melakukan sidang pada 1 Oktober, PSSI secara resmi telah menjatuhkan sejumlah sanksi berat kepada Persib Bandung buntut tragedi yang menewaskan salah satu suporter Persija saat kedua tim bertemu di Stadion GBLA, Minggu 23 September lalu.
Sumber : Pihak ketiga
Hukuman yang dijatuhkan PSSI kepada Persib tidak hanya satu poin saja, melainkan terdiri dari sembilan poin utama yang berisi hukuman-hukuman yang sangat berat bagi klub yang kini tengah memimpin puncak klasemen sementara itu.
Diantaranya, Persib harus menggelar sisa pertandingan kandang musim ini di luar pulau Jawa plus tanpa penonton, larangan suporter Persib menyaksikan laga kandang maupun kandang hingga pertengahan musim depan sampai hukuman larangan bermain kepada sejumlah pilar utama Persib.
Tentu saja hukuman tersebut membuat kubu Maung Bandung tak tinggal diam karena merasa dirugikan sekaligus mempertanyakan keadilan di tubuh PSSI. Salah satu pihak yang paling lantang menentang keputusan sanksi dari PSSI adalah menejer Persib, Umuh Muchtar.
Pria yang kerap disapa Wa Haji fokus menanggapi hukuman yang dirasa berlebihan bila mengingat beberapa kejadian yang pernah terjadi sebelumnya. Umuh pun mengungkit beberapa fakta yang sudah terjadi sebelumnya namun PSSI tidak memberikan hukuman seberat yang diterima Persib.
"Nah ini, yang membuat saya kaget. Kalau benar Persib tetap seperti ini, Jakarta harus lebih berat karena korban lebih banyak dari pihak Bandung. Itu pun harusnya juga dibongkar," jelas Umuh seperti dikutip dari Bobotoh.id (04/10/2018).
Wa Haji pun tak sungkan mengungkap beberapa perilaku suporter Persija yang merugikan Persib sekaligus dirinya. "Mobil saya pernah dihancurkan dan dibakar. Nih tangan (kiri) saya masih petot (bekas luka), karena kena pecahan kaca. Kemarin waktu kita juara 2014, pulang mobil dilempari. Saya sama Pak Ridwan Kamil mengganti dan memberi santunan kepada korban," ungkapnya lagi.
Persib pun berencana akan melakukan banding terkait sanksi yang dirasa berlebihan dan sangat merugikan itu.
Menanggapi respon manajer Persib yang mendesak untuk membongkar kejadian di masa lalu, Tim Pencari Fakta (TPF) Komdis PSSI, melalui Gusti Randa menjelaskan bahwa apa yang telah diputuskan saat ini merupakan awal untuk perbaikan keseluruhan.
"Bahwa apa yang telah diputuskan, apa yang telah direkomendasikan, ini menjadi star awal momentum untuk perbaikan keseluruhan. Apalagi slogan PSSI bahwa sepakbola Indonesia itu harus bermartabat. Ayo kita mulai. Mereka tidak puas, itu wajar. Merasa tidak adil dan seterusnya, silakan banding. Yang dahulu bagaimana? Tentu pengalaman-pengalaman iti akan menjadi pembelajaran," jelasnya seperti dikutip dari Pssi.org (04/10/2018).
Sumber : http://tz.ucweb.com/10_3jMiC
