Demo Besar Pun Tak Mempan, Edy Rahmayadi Hanya Bisa Diberhentikan Orang Penting Ini

Sepakbola Indonesia - Publik mulai geram dengan kepemimpinan Edy Rahmayadi di PSSI, hal tersebut dikarenakan banyaknya masalah yang terjadi dan minimnya prestasi Timnas.

Sumber : Pihak Ketiga

Klimaks kekecewaan publik pecinta sepakbola Indonesia kepada PSSI ialah ketika Timnas Indonesia gagal total di Piala AFF, hal tersebut disinyalir disebabkan PSSI yang mendadak gantikan pelatih Luis Milla dengan pelatih minim pengalaman Bima Sakti.

Rangkap jabatan Edy Rahmayadi yang buatnya tak fokus di PSSI pun buat publik serukan #EdyOut, beberapa upaya pun dilakukan diantaranya demo didepan kantor menpora, lakukan petisi, hingga buat poster poster dijalan yang dilakukan suporter agar Edy mundur namun hingga saat ini tak mempan.Pengamat sepak bola dari lembaga Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, pun tanggapi jika yang dilakukan suporter percuma karena Ketum PSSI tau aturan kalaupun di demo ia tak akan bisa digulingkan.

"Mereka tahu aturannya, yang bisa menggulingkan mereka adalah pemilik suara. Suporter teriak-teriak, bahkan demo besar-besaran pun tak akan bisa menjatuhkan mereka," sebut Akmal, melansir dari Jawapos.com (25/11/2018).
Akmal pun beberkan Edy hanya bisa diberhentikan oleh orang penting semua klub di Indonesia yang menjadi pemilik suara di PSSI.

"Karena mereka hanya bisa dijatuhkan lewat KLB dan mosi tak percaya. Itu dilakukan melalui pemilik suara. Jadi, mereka tahu kelemahan dari kita," papar Akmal.
Akmal sarankan semua suporter di Indonesia desak klubnya untuk bergerak dan lakukan reformasi sepakbola Indonesia.

"Saran dari saya suporter dimulai dari klub agar klub bergerak menutut melakukan reformasi sepak bola Indonesia,"tutupnya.