Seri MotoGP Malaysia 2018 lalu menjadi seri yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya, 2 rider Tanah Air mendapatkan kesempatan untuk menggeber motor sekelas Moto2 di Sirkuit Internasional Sepang. Hal ini memang sangat membanggakan untuk Indonesia, meski ada beberapa hal yang tak sesuai ekspetasi.
Sumber : Pihak ketiga
Dimas Ekky Pratama tampil mengesankan bersama tim Tech3 Moto2. Berbanding terbalik dengan Rafid Topan Sucipto yang tak mampu berkutik sepanjang balapan dan hanya mampu menempati posisi paling buncit. Rafid mengakui bahwa persiapan yang sangat singkat menjadi faktor utama dirinya tak mampu memberikan hasil yang terbaik.
“Ini akhir pekan yang menyenangkan, kembali ke paddock kejuaraan dunia, impian sejak saya masih kecil, selalu memberikan emosi yang kuat. Saya ingin berterima kasih kepada Forward Team atas kesempatan ini, yang mana akan selalu ingat dengan senang hati. Saya minta maaf, bahwa saya tidak memiliki persiapan fisik yang tepat untuk merasa lebih baik di atas motor dan melakukan sesuatu yang lebih. Saya berharap memiliki kesempatan lain di masa depan, di mana saya dapat menunjukkan semua skill saya.” ucap Rafid dilansir dari motorsport.com
Tapi, meskipun hanya mampu mengamankan posisi terakhir, Giovanni Cuzari justru mengeluarkan pujian kepada rider Tanah Air berusia 24 tahun tersebut. Pemilik tim Forward Racing itu mengaku terkesima dengan sikap profesionalisme dan kerelaan Rafid untuk memberikan performa semaksimal mungkin.
“Untuk mengendarai motor ini tentu membutuhkan persiapan fisik yang berbeda daripada Kejuaraan Asia. Meskipun kesulitan, dia telah menyelesaikan balapan. Saya harus berterima kasih padanya dan mengucapkan selamat.” ucap Cuzari dilansir dari motorsport.com
Well, untuk bisa membalap di MotoGP baik dikelas utama, Moto2 ataupun Moto3, dibutuhkan skill yang mumpuni serta persiapan yang sangat komplit. Dan yang paling penting adalah dukungan dari semua pihak, baik itu tim maupun para penggemar MotoGP diseluruh dunia.
Sumber : http://tz.ucweb.com/11_3RL40
