Timnas Indonesia akan menghadapi Filipina di laga terakhir penyisihan Grup B Piala AFF 2018 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (25/11/2018).
Sumber : Pihak Ketiga
Sejak kekalahan Timnas Indonesia dari Singapura di pertandingan pertama Grup B Piala AFF 2018 (9/11/2018), suporter Timnas gencar menyerukan aksi 'Kosongkan GBK' saat tim Garuda bermain di laga kandang. Hal itu tak lepas dari dipecatnya pelatih Luis Milla oleh PSSI yang kemudian disebut - sebut menjadi penyebab jebloknya performa Timnas di Piala AFF 2018.Saat laga kontra Timor Leste lalu aksi Kosongkan GBK berhasil digelar. Tecatat hanya ada 15.138 penonton yang hadir dalam laga yang dimenangi Timnas Indonesia dengan skor 3-1 tersebut. Padahal tiket yang dicetak PSSI mencapai 65 ribu lembar.
Pada laga terakhir babak penyisihan Piala AFF nanti Indonesia akan melawan Filipina di GBK (25/11/2018). Mantan pelatih Filipina, Simon McMenemy berujar bahwa dukungan 80 ribu suporter Timnas mampu membuat tim lawan ketakutan. Hal itu pernah ia alami saat semi-final AFF 2010 lalu.Namun, hal tersebut nampaknya tidak akan terjadi. Karena para suporter tetap menggaungkan aksi Kosongkan GBK di laga melawan Filipina nanti.
Menanggapi hal tersebut, Bima Sakti buka suara. Mengaku paham dengan kekecewaan para suporter yang berharap besar Timnas Indonesia mampu berprestasi di Piala AFF kali ini."Saya tidak merasa ada masalah dengan sikap tersebut. Hal tersebut terjadi karena mereka memiliki cinta dan keinginan melihat Timnas Indonesia berprestasi. Kami hanya berharap tetap mendapatkan dukungan dari suporter, apa pun hasilnya nanti. Satu hal yang pasti, kami secara tim bertekad harus memenangi pertandingan di fase grup ini," ujar Bima Sakti.
Sumber : ttp://tz.ucweb.com/11_4c3zz
