Dua puluh tahun lalu, tepatnya tahun 1999 masih melekat diingatan penulis, Stadion Delle Alpi di kota Turin yang saat itu masih menjadi kandang Juventus menjadi saksi bagaimana Manchester United membalikan keadaan dari ketertinggalan 2-0 menjadi 3-2 di leg kedua semifinal Piala Champions.
Sumber : Pihak ketiga
Sejarah kembali terulang di kota yang sama melawan tim yang sama, hanya saja kali ini Stadion Allianz di Kota Turin yang seperti diberitakan oleh skysports.com (08/11/2018) menjadi saksi Manchester United membalikan ketertinggalan 1-0 menjadi kemenangan 2-1.
Yang tak luput dari perhatian penulis adalah ketika Juan Mata yang mencetak gol penyama kedudukan, langsung berlari ke arah bench MU untuk merayakan golnya. Di sana ada manajer MU, Jose Mourinho, tapi Mata dengan cuek mengabaikan Mourinho untuk merayakan golnya bersama dengan pelatih kiper MU Emilio Alvarez Blanco.
Dikutip dari dailymail.co.uk (08/11/2018) Mata mengungkap alasannya memilih untuk mengabaikan Mourinho dan merayakan gol dengan Emilio. Rupanya selama ini Emilio yang memberikan Mata latihan ekstra untuk mempertajam kemampuan tendangan bebasnya. Kerja sama keduanya di tempat latihan pun akhirnya membuahkan hasil manis di kandang Juventus.
Sumber : http://tz.ucweb.com/11_3TCK6
