Terancam Rugi, PSSI Akhirnya Keluarkan Jurus Zaman Jadul Atasi Masalah Ini

c

Sumber : Pihak Ketiga

Kekalahan 0-1 dari Singapura di laga perdana sepertinya memengaruhi antusiasme masyarakat. PSSI mengakui kalau sampai saat ini tiket yang terjual baru sedikit.Per Selasa (12/11) tiket baru terjual sebanyak 8 ribu lembar. Makanya kami akan menjual tiket offline di Blok S sepanjang hari sampai pertandingan dimulai," ungkap Deputi Sekjen PSSI, Marsal Marsita.

Hal itu berbanding terbalik saat babak 8 besar Piala Asia U-19 2018. Saat Timnas U-19 vs Jepang, PSSI hanya menjual tiket melalui online.

"Beda posisinya karena sisa tiket kami tiga ribu. Kalau yang datang 20 ribu siapa yang tanggung jawab? Kami tahu mungkin animonya berkurang saat ini, apalagi ini hari biasa," lanjut dia.PSSI sendiri akan tetap menjual tiket sebanyak 65 ribu lembar. "Jadi besok akan kami buka offline di Blok S. Untuk semua kategori yang kami jual, tiket masih banyak," pungkas Marsal.

Jelas ini merupakan sebuah kerugian untuk PSSI jika sampai pertandingan tiket yang terjual hanya sedikit. Karena biasanya suporter Indonesia selalu memenuhi stadion di saat Timnas Indonesia bermain dimana saja tempatnya.

Tapi jika sudah begini fakta yang terjadi di lapangan, mau tidak mau PSSI harus mengeluarkan cara lama dengan menjual tiket secara offline. Sebuah jurus zaman jadul memang, tapi daripada rugi besar mending melakukan hal itu.