8 Tahun Bermain Di Indonesia, Eks Persib Ini Bilang Indonesia Sulit Maju Kalau Gini Terus

Pemain PSMS Medan, Shohei Matsunaga, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya terhadap kepemimpinan wasit Doni Setia Purnama yang memimpin jalanya pertandingan tunda pekan ke-25 Liga 1 2018 menghadapi PS Tira, pada Rabu (5/12/2018) kemarin. 

Sumber : Pihak ketiga

Sejak awal pertandingan, laga itu sudah terlihat ketat. Sampai di menit ke-10, wasit memberi kartu merah kepada Shohei Matsunaga yang di anggap melanggar gelandang milik PS Tira, Ahmad Nufiandani.

Hal tersebut sontak mengundang reaksi dari para suporter PSMS. Yang kemudia mereka para suporter PSMS langsung melakukan nyanyian rasis untuk menghujat wasit hingga membuat jalanya pertandingan sempat ditunda sejenak dimenit ke-32.

Tidak sampai situ saja, wasit Doni Setia Purnama pun dianggap beberapa kali membuat keputusan yang kontroversial yang disinyalir merugikan untuk Tim Ayam Kinantan. Menurut Shohei yang juga sempat bermain untuk Persib Bandung ini mengatakan, hal seperti itulah yang membuat sepak bola Indonesia susah untuk maju.

"Pada pertandingan hari ini saya pikir (buruknya kepemimpinan wasit) sangat kelihatan sekali. Saya sudah sejak 2011 bermain di Indonesia dan kalau seperti itu susah adanya kemajuan untuk sepak bola Indonesia," kata Shohei Matsunaga dalam konferensi pers seusai laga.

"Para pemain sudah bersemangat, akan tetapi ada yang bantu dengan cara seperti itu. Membuat pemain kesulitan (untuk meraih kemenangan) dan saya juga kecewa," ujar pemain asal Jepang berusia 29 tahun itu.

Kekalahan atas PS Tira kenarin membuat PSMS Medan rela kemabali turun ke dasar klasemen sementara dengan hanya meraih 37 poin. Dengan satu pertandingan tersisa yakni melawan PSMS Makassar pada Minggu (9/12/2018), peluang Ayam Kinantan untuk bertahan di Liga 1 sangat tipis.