Nasib sial bak sudah jatuh tertimpa tangga pula tampaknya sedang dialami oleh salah satu wakil Inggris yang sedang mentas di ajang sepakbola bergengsi Eropa yakni Liverpool. Di pertandingan terakhir fase grup Liga Champions, mereka harus mengakui keunggulan tim tuan rumah Paris Saint-Germain dengan kedudukan akhir 2-1.
Sumber : Pihak pertama
Dalam pertandingan yang berlangsung di Parc des Princes tersebut, The Reds, harus gagal memetik satu poin ketika mereka bertandang ke Prancis pada Kamis (29/11) dini hari WIB. Dua gol PSG yang dicetak oleh Juan Bernat '13 serta Neymar '37, telah gagal dikejar oleh Liverpool. Wakil Inggris itu hanya mampu mencetak satu gol saja ke gawang tim lawan melalui eksekusi penalti James Milner di detik-detik terakhir perpanjangan waktu babak pertama.
Sebenarnya, armada Jurgen Klopp mampu menguasai jalannya pertandingan selama 90 menit. Liverpool unggul dalam penguasaan bola 57 berbanding 43 persen. Meski begitu, mereka hanya mampi melepaskan delapan tendangan dan hanya satu yang berhasil mengarah ke gawang. Sedangkan tim tuan rumah, mampu bermain efektif serta efisien dengan memiliki 12 tendangan, delapan di antaranya berhasil mengarah on target.
"Tonight we look like butchers!"— Goal (@goal) November 29, 2018
Jurgen Klopp is the latest manager to be frustrated by Neymar and PSG's exaggerations on the pitch 😡 pic.twitter.com/gmB3YmII6A
Memasukki babak kedua, Jurgen Klopp telah memberikan instruksi khusus terhadap para pemainnya untuk mengejar ketertingalan dan mencetak gol. Akan tetapi, serangan bertubi-tubi yang dimotori oleh James Milner, Jordan Henderson. Termasuk tiga penyerang andalan mereka Mane, Firmino serta Salah masih belum mampu membobol gawang Gianluigi Buffon. Sejumlah peluang yang dimiliki Liverpool selalu sirna di barisan pertahanan PSG dan kiper Buffon yang penampilannya sedang baik di laga tersebut.
Klopp juga turut menyesalkan para pemain PSG yang cenderung tampil mudah terjatuh serta mengulur-ngulur waktu. Salah satu pemain yang paling mendapat sorotan untuk dirinya adalah Neymar. Pesepakbola asal Brasil itu kerapkali dinilai Klopp sebagai pemain yang pandai berakting di dalam lapangan.
Kritik turut dialirkan kepada wasit asal Polandia (Szymon Marciniak) yang menjadi pengadil lapangan ketika timnya bertanding menghadapi PSG. Pelatih yang lahir di Jerman itu menilai kalau wasit sedikit banyak telah merusak keindahan laga antara PSG vs Liverpool, karena dinilai seringkali membuat keputusan-keputusan yang tidak seharusnya diambil, dan telah merugikan tim asuhannya.
I’m sorry but this is not a penalty. No way. Referee crumbled under Liverpool players pressure. pic.twitter.com/oHi1JlAMCq— CF (@PoacherFirmino) November 28, 2018
"Kami telah memenangkan gelar sebagai tim fair play sebanyak dua kali di Inggris. Malam ini kami terlihat seperti tukang jagal dengan banyaknya para pemain kami yang terkena kartu kuning akibat melakukan pelanggaran kepada pemain PSG," imbuh Klopp seperti dilansir BBC.
"Jelas, apa yang dilakukan oleh PSG sangat cerdas, terutama Neymar aktor utamanya. Tapi ada banyak pemain lain yang juga terjatuh dan berakting seperti dirinya. Itu membuat pemain kami tidak tenang. Kami merasa frustrasi serta marah," sambungnya.
"Namun, kami harus menghadapinya, itu merupakan tugas kami. Jika wasit membiarkan itu terjadi, maka kami harus menghadapinya. Kami mendapatkan hadiah penalti di akhir pertandingan babak pertama, setelah salah satu pemain kami harus meyakinkan wasit terlebih dahulu."
"Jujur saya tidak tertarik untuk mengomentari wasit. Semua orang bisa melihat itu. Bagi saya, itu seharusnya kartu merah. Saya tidak peduli media akan menulis dan berpikir tentang apa. Saya memiliki pandangan tersendiri yang baik tentang dia (wasit)," pungkas eks pelatih Borussia Dortmund.
Kekalahan atas PSG sekaligus membuat mereka harus gugur di ajang Liga Champions. Pasalnya The Reds harus menduduki peringkat ketiga di klasemen akhir, mengingat di pertandingan lainnya. Napoli berhasil memenangkan pertandingan saat menghadapi Red Star.
*Deep breath, Liverpool fans, here's what needs to happen*— Football on BT Sport (@btsportfootball) November 28, 2018
IF: Liverpool beat Napoli at Anfield 1-0 they go THROUGH ✅
IF: Liverpool win 2-1 they go OUT on the away goals rule ❌
IF: Liverpool win by two or more goals they are THROUGH ✅
It's not over yet! pic.twitter.com/lCQBJ5C563
Tim asuhan Carlo Ancelotti mampu lolos ke babak berikutnya usai memastikan diri sebagai pemuncak klasemen dengan menorehkan total sembilan poin. Sementara peringkat kedua ditempati PSG dengan torehan delapan poin, dan Liverpool yang berada di urutan ketiga hanya mampu mengumpulkan enam poin.
Mereka akan tetap bisa berlaga di kompetisi kasta kedua Eropa (Liga Eropa), yang pada Jum'at (30/11) dini hari nanti akan memainkan laga pamungkas di fase grup. Liverpool berhak tampil di babak 32 besar Europa League yang drawing-nya akan digelar pada 17 Desember mendatang.
Leg pertama babak 32 besar Liga Eropa akan berlangsung pada 14 Februari dan leg kedua akan dimainkan pada 21 Februari 2019.
Sumber : http://tz.ucweb.com/11_4nstp
