Ketika para pemain Manchester United sedang berusaha matian-matian menjaga keunggulan atas Tottenham Hotspur, Ole Gunnar Solskjaer tiba-tiba mengambil keputusan yang cukup aneh. Di saat MU harus menghadapi situasi kritis akibat hujan serangan dari Harry Kane dan kolega, Solskjaer memutuskan untuk memasukan Diogo Dalot menggantikan Jesse Lingard.
Keputusan ini sempat membuat banyak pihak bertanya-tanya. Pasalnya Dalot masuk menggantikan Lingard yang posisinya merupakan sayap kanan. Dengan kehadiran Dalot di lapangan, secara logika MU malah bermain dengan dua bek sayap kanan, sesuatu yang sangat rancu.
Jika tujuan Solskjaer adalah merubah skema menjadi 5 bek, maka hal itu juga dipertanyakan mengingat Young bukanlah pemain yang mumpuni untuk menjadi bek tengah. Ketimbang menjadikan Young sebagai bek tengah, akan lebih bijak jika Solskjaer menarik Matic ke belakang untuk menemani Victor Lindelof dan Phil Jones. Kurang lebih seperti itulah isi pikiran banyak orang ketika Solskjaer memutuskan untuk memasukan Dalot.
Namun siapa sangka, keputusan Solskjaer tersebut malah menuai pujian di akhir laga. Pasalnya kehadiran Dalot ternyata berfungsi sebagai peredam serangan Tottenham di sektor kanan pertahanan MU. Faktanya, sejak Dalot dimasukan, bek sayap Spurs, Ben Davies menjadi lebih pasif dan tidak berani melakukan overlap.
Ternyata memasukan pemain muda yang memiliki kecepatan menjadk cara Solskjaer untuk memberikan sugesti kepada pemain Tottenham untuk lebih berhati-hati dalam melakukan serangan. Terbukti dengan kehadiran Dalot, serangan para pemain Spurs menjadi kendur karena mereka bermain lebih hati-hati.
Taktik cemerlang Solskjaer ini seolah menjadi jawaban untuk pihak-pihak yang masih meragukan kapasitasnya sebagai pelatih, termasuk manajemen MU. Sebagaimana yang diketahui, meski mampu mambawa aura positif, manajemen MU dikabarkan masih ragu untuk menjadi Solskjaer sebagai pelatih permanen karena dirinya dianggap tidak memiliki strategi yang cukup mumpuni.
Namun dengan apa yang diperlihatkan Solskjaer dalam pertandingan melawan Tottenham, manajemen MU mungkin saja akan nekat untuk berspekulasi dalam memutuskan status Solskjaer, yakni diangkat sebagai pelatih permanen.
Sumber : https://buc.kim/d/79Dh7LUaYAWx
