Kasus yang dialami suporter Persib dan Persija sebetulnya bukan baru kali ini saja dan juga buka hanya Persib vs Persija saja mengalami hal demikian. Namun Madura United baru kali ini menolak bermain di Bandung dalam laga tandangnya menghadapi Persib pada pekan ke-24 sebagai bentuk respek. Hello, yang dulu-dulu kemana aja ya...
Sumber : Pihak Ketiga
Bila menilik hasil-hasil pertandingan Madura United didua laga sebelumnya, mereka tak meraih kemenangan bahkan kalah oleh Borneo FC dikandangnya sendiri pada pekan kemarin. Maka sangat wajar terbentuk opini, jika Madura United hanya memanfaatkan situasi Persib berlindung atas nama respek.
Menjadi hal yang terasa aneh dan janggal jadinya kalau tiba-tiba Madura United berfikir menolak bertanding demi menghormati keluarga suporter yang meninggal. Sementara klub-klub lain tetap berjalan sebagaimana mestinya.“Karena, jika pertandingan tetap berjalan sebagaimana mestinya saat kami melawan Persib Bandung nanti, nilai respek dalam sepak bola tidak ada maknanya lagi. Kasihan pada korban dan keluarga korban,” kata Manajer Madura United, Haruna Soemitro, seperti yang dilansir dari Bola.com, Selasa (25/09/2018).
Kalau bentuk respek yang ditunjukkan Madura United dengan menolak berangkat ke Bandung menghadapi Persib pada tanggal 29 September ini jelas hanya mengakibatkan sanksi bagi klub itu sendiri, salah satunya pengurangan poin. Sebab persoalan utamanya bukan pada klub Persib Bandung dalam pertandingannya.
Bentuk respek di dunia sepak bola bisa ditunjukkan dalam bentuk lain seperti halnya yang terjadi di sepak bola diseluruh dunia manapun. Bukan respek seperti yang diwacanakan Madura United yaitu “Maogok main”Dilain hal insiden meninggalnya suporter Persija itu sendiri diluar dari pertandingan dan stadion. Sedangkan dalam pertandingannya itu sendiri berjalan normal dan selesai sesuai jadwalnya.
Terlalu berlebihan jika Madura United mengambil langkah demikian karena sebagai kontestan liga hanya menjalankan jadwal pertandingan yang sudah ditetapkan saja. Hal-hal lain diluar itu biarlah ditangani oleh bagiannya tersendiri.
Kita tetap berikan respek bagi korban dan mendoakannya, juga untuk keluarga korban semoga diberikan ketabahan dan menerima takdir kehendak Sang Maha Kuasa, Amiin.. *
Sumber : http://tz.ucweb.com/9_3FlaI
